http://ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/issue/feed Jurnal Sipil dan Perencanaan 2026-08-20T08:40:18+00:00 Radha Krisnamurti Sigamura,.M.Pd radhakrisna964@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal ini mengakomodir hasil penelitian di bidang teknik sipil yaitu Teknologi Beton, Teknik dan Manajemen Konstruksi, Teknik Geoteknik, Teknik Struktur, Teknik Transportasi , dan manajemen Bencana, Teknologi Bahan dan Material, serta Teknik Sumber Daya Air (HIDRO) dan Hidrolika.</p> http://ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/article/view/453 pengaruh penambahan abu arang kayu karet sebagai bahan tambah pada semen terhadap kuat tekan mortar 2025-08-14T07:00:28+00:00 Vikri Febriyansah vikrifebriyansah@gmail.com Addy Sumarsono addysumarsono93@gmail.com Okma Yendri addysumarsono93@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mortar merupakan salah satu material dari bahan bangunan yang memiliki peran penting dalam bidang konstruksi. Fungsi mortar adalah sebagai matrik pengikat bagian penyusun suatu konstruksi baik yang bersifat struktural maupun non struktural. Penggunaan mortar untuk konstruksi yang bersifat struktural misalnya digunakan pada pasangan batu belah dalam struktur pondasi dan tanggul penahan, sedangkan yang bersifat non struktural yaitu misalnya dalam pasangan batu bata untuk dinding pengisi. Variasi campuran Abu Arang Kayu yang digunakan penelitian ini sebesar 5%, 10% dan 15%. Penelitian ini menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI 03-2843-2000), Uji kuat tekan dilakukan pada umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari untuk mutu beton K100, dari hasil penelitian untuk kuat tekan beton normal pada sampel 1 memiliki nilai sebesar 110 kg/cm<sup>2</sup> dan untuk sampel 2 didapatkan nilai sebesar 110 kg/cm<sup>2</sup>, untuk umur 28 hari. Untuk kuat tekan beton variasi 5% pada sampel 1 memiliki nilai sebesar 106 kg/cm<sup>2</sup> dan untuk sampel 2 didapatkan nilai sebesar 110 kg/cm<sup>2</sup>, untuk umur 28 hari. Untuk kuat tekan beton variasi 10% pada sampel 1 memiliki nilai sebesar 106 kg/cm<sup>2</sup> dan untuk sampel 2 didapatkan nilai sebesar 110 kg/cm<sup>2</sup>, untuk umur 28 hari. Untuk kuat tekan beton variasi 15% pada sampel 1 memiliki nilai sebesar 114 kg/cm<sup>2</sup> dan untuk sampel 2 didapatkan nilai sebesar 106 kg/cm<sup>2</sup>, untuk umur 28 hari. Maka dari nilai hasil uji tekan beton mortar dengan mutu K100 sudah memenuhi syarat kuat tekan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Abu Arang Kayu, Beton Mortar, Kuat Tekan, Batu Bata, Mutu Beton K100</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2026-08-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Vikri Febriyansah, Addy Sumarsono; Okma Yendri http://ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/article/view/508 PERENCANAAN PENINGKATAN JALAN PADA RUAS JALAN LUBUKLINGGAU-SEKAYU (STA 0+000 s/d STA 5+000) KECAMATAN MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS 2026-08-20T08:40:18+00:00 Addy Sumarsono Addysumarsono54@gmail.com <p>Ruas Jalan Lubuklinggau-Sekayu merupakan Jalan Nasional dengan panjang ± 191 km, secara umum dapat dikatakan sebagian besar jalan dalam kondisi tidak mulus. Pada permukaan Jalan Lubuklinggau-Sekayu tepatnya di (stasiun 0+000 s/d stasiun 5+000) Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas banyak sekali dijumpai kerusakan di beberapa titik, jalan tersebut mengalami kerusakan seperti berlubang, rusak tepi, rusak tambalan, retak dan amblas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari kerusakan serius pada jalan adalah dengan melakukan peningkatan jalan. &nbsp;Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari kerusakan serius pada jalan adalah dengan melakukan peningkatan jalan. Peningkatan&nbsp; jalan bisa berupa <em>overlay</em> dan perencanaan drainase<em>.</em> Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi pada struktur perkerasan dengan metode <em>SDI </em>serta jenis pemeliharaan jalannya, menghitung perencanaan <em>Overlay</em> dan menghitung perencanaan dimensi drainase pada jalan Lubuklinggau-Sekayu stasiun 0+000 s/d stasiun 5+000 Kecamatan Muara&nbsp; Beliti Kabupaten Musi Rawas. Metode yang digunakan untuk perhitungan adalah Metode <em>SDI,</em> Metode Bina Marga Tahun 2013 dan SNI 03-3424-1994. Metode ini digunakan untuk menilai kondisi perkerasan, perencanaan <em>overlay</em> dan perencanaan drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan <em>SDI</em> didapatkan&nbsp; nilai rata-rata yaitu sebesar 105 dengan kondisi perkerasan rusak ringan dengan program penanganan yang dilakukan adalah pemeliharaan berkala, perencanaan <em>overlay</em> sebesar 7 cm dan dimensi drainase untuk peningkatan jalan yaitu d = 0,46 m, b = 0,90 m, w = 0,48 m dengan kemiringan 0,6 %.</p> <p>Ruas Jalan Lubuklinggau-Sekayu merupakan Jalan Nasional dengan panjang ± 191 km, secara umum dapat dikatakan sebagian besar jalan dalam kondisi tidak mulus. Pada permukaan Jalan Lubuklinggau-Sekayu tepatnya di (stasiun 0+000 s/d stasiun 5+000) Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas banyak sekali dijumpai kerusakan di beberapa titik, jalan tersebut mengalami kerusakan seperti berlubang, rusak tepi, rusak tambalan, retak dan amblas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari kerusakan serius pada jalan adalah dengan melakukan peningkatan jalan. &nbsp;Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari kerusakan serius pada jalan adalah dengan melakukan peningkatan jalan. Peningkatan&nbsp; jalan bisa berupa <em>overlay</em> dan perencanaan drainase<em>.</em> Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi pada struktur perkerasan dengan metode <em>SDI </em>serta jenis pemeliharaan jalannya, menghitung perencanaan <em>Overlay</em> dan menghitung perencanaan dimensi drainase pada jalan Lubuklinggau-Sekayu stasiun 0+000 s/d stasiun 5+000 Kecamatan Muara&nbsp; Beliti Kabupaten Musi Rawas. Metode yang digunakan untuk perhitungan adalah Metode <em>SDI,</em> Metode Bina Marga Tahun 2013 dan SNI 03-3424-1994. Metode ini digunakan untuk menilai kondisi perkerasan, perencanaan <em>overlay</em> dan perencanaan drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan <em>SDI</em> didapatkan&nbsp; nilai rata-rata yaitu sebesar 105 dengan kondisi perkerasan rusak ringan dengan program penanganan yang dilakukan adalah pemeliharaan berkala, perencanaan <em>overlay</em> sebesar 7 cm dan dimensi drainase untuk peningkatan jalan yaitu d = 0,46 m, b = 0,90 m, w = 0,48 m dengan kemiringan 0,6 %.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-08-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 TEKNIK SIPIL; Addy Sumarsono http://ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/article/view/505 Perencanaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di perumahan oyen Residen kota lubuklinggau 2026-08-15T05:19:46+00:00 Herman hermahai28@gmail.com Addy Sumarsono Addysumarsono54@gmail.com Nanda Prayoga addysumarsono93@gmail.com Okma Yendri Addysumarsono54@gmail.com <p>Pertumbuhan penduduk di Kota Lubuklinggau berdampak pada peningkatan jumlah air limbah domestik. Di Perumahan Oyen Residence, air limbah jenis black water diolah dengan tangki septik individual, sedangkan limbah grey water dibuang langsung ke saluran drainase tanpa pengolahan awal. Hal ini memicu timbulnya bau tidak sedap, genangan, dan pencemaran lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji besarnya debit air limbah domestik serta merencanakan dimensi unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal berbasis teknologi Biofilter Anaerob-Aerob. Metode penelitian menggunakan pengumpulan data primer (survei kontur, saluran pembuangan, lokasi IPAL) dan sekunder (jumlah hunian, site plan), serta berpedoman pada Petunjuk Teknis Permen PUPR No. 04/PRT/M/2017 dan Permen LHK No. P.68/2016. Hasil perencanaan menunjukkan total penghuni yang dilayani sebanyak 258 jiwa (52 unit rumah type 36/96 m² dan 1 unit masjid). Debit rata-rata air limbah sebesar 20,85 m³/hari dengan debit jam puncak (Qpeak) sebesar 58,38 m³/hari. Unit pengolahan IPAL komunal yang dirancang terdiri dari: Bak Pemisah Lemak (volume 0,87 m³), Bak Ekualisasi (volume 8,69 m³), Bak Pengendap Awal (volume 2,61 m³), Reaktor Biofilter Anaerob (volume media 12,51 m³), Reaktor Biofilter Aerob (volume media 8,34 m³), dan Bak Pengendap Akhir (volume 2,61 m³). Penerapan IPAL Komunal Biofilter Anaerob-Aerob ini diharapkan mampu menurunkan kadar BOD, COD, dan TSS hingga memenuhi baku mutu lingkungan hidup.</p> <p>Kata kunci: IPAL Komunal, Air Limbah Domestik, Grey Water, Biofilter Anaerob-Aerob, Perumahan Oyen Residence.&nbsp;</p> 2026-08-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Herman Herman, Addy Sumarsono; Nanda Prayoga, Okma Yendri http://ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/article/view/501 analisis kepuasan pengguna terhadap manajemen fasilitas bangunan puskesmas citra medika menggunakan metode skala likert 2026-08-10T13:50:33+00:00 wanda dwi febrianti wandadwifebrianti8@gmail.com Santi Sani santillg14@gmail.com Nanda Prayoga radhakrisna964@gmail.com <p>Puskesmas Citra Medika sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dasar dituntut mampu menyediakan bangunan yang aman, sehat, nyaman, dan mudah diakses sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 dan Nomor 24/PRT/M/2008. Dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara kondisi fasilitas yang tersedia dengan harapan pengguna, sehingga diperlukan analisis tingkat kepuasan pengguna terhadap manajemen fasilitas bangunan yang ada. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi aktual manajemen fasilitas bangunan serta mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap setiap dimensinya. Kajian pustaka penelitian ini didasarkan pada konsep manajemen fasilitas menurut Atkin dan Brooks, teori kepuasan pengguna menurut Kotler dan Keller, dimensi kualitas SERVQUAL menurut Parasuraman dkk., serta berbagai regulasi teknis bangunan gedung negara dan fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif-survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara semi terstruktur kepada 43 responden yang terdiri atas pasien, pengunjung, dan pegawai puskesmas, sedangkan data sekunder diperoleh dari Struktur Organisasi dan Dokumentasi terkait. Analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen, dilanjutkan dengan perhitungan skor total, nilai rata-rata, dan indeks kepuasan menggunakan metode Skala Likert untuk setiap variabel, yaitu kondisi struktur, kondisi utilitas bangunan, kondisi arsitektur, dan kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual struktur, utilitas, dan arsitektur bangunan secara umum berada dalam kategori baik, meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan seperti kelembapan dinding, kebocoran atap, dan instalasi yang belum tertata rapi. Hasil analisis Skala Likert menunjukkan bahwa seluruh variabel memperoleh indeks kepuasan pada kategori Sangat Puas, dengan nilai berkisar antara 87,98% hingga 88,84%. Dapat disimpulkan bahwa manajemen fasilitas bangunan Puskesmas Citra Medika telah berjalan efektif dalam mendukung kenyamanan, keamanan, dan kelancaran pelayanan kesehatan, meskipun kegiatan pemeliharaan preventif dan korektif perlu terus ditingkatkan secara berkelanjutan</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> 2026-06-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 wanda dwi febrianti; Santi Sani, Nanda Prayoga; Radha Krisnamurti Sigamura http://ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/article/view/496 Analisis daya dukung tanah Terhadap pondasi tiang pancang square pile Pada proyek rumah sakit sobirin muara Beliti kabupaten musi rawas 2026-08-10T07:23:58+00:00 Muhammad Alvikri muhammadalvikri8@gmail.com Nanda Prayoga radhakrisna964@gmail.com Okma Yendri radhakrisna964@gmail.com <p>Pembangunan Rumah Sakit Sobirin Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas memerlukan pondasi yang mampu menahan beban bangunan secara aman sehingga diperlukan analisis daya dukung tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung ultimit pondasi tiang pancang <em>square pile</em>, mengidentifikasi karakteristik tanah berdasarkan hasil uji <em>Standard Penetration Test</em>&nbsp;(SPT), serta mengevaluasi keamanan daya dukung tanah terhadap beban struktur yang direncanakan. Penelitian menggunakan metode Meyerhof dengan memanfaatkan data sekunder berupa hasil uji SPT, CPT/sondir, bore log, dan data perencanaan pondasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung ultimit berdasarkan data sondir pada titik S1, S2, dan S3 berturut-turut sebesar 1.012,65 ton, 1.109,15 ton, dan 1.006,35 ton. Berdasarkan data SPT, daya dukung ultimit tiang tunggal sebesar 262,81 kN pada BH01 dan 448,00 kN pada BH02. Karakteristik tanah di lokasi penelitian didominasi oleh tanah lempung dengan kepadatan yang meningkat seiring bertambahnya kedalaman. Berdasarkan hasil analisis, kapasitas daya dukung pondasi lebih besar daripada beban rencana sehingga pondasi tiang pancang <em>square pile</em>&nbsp;dinyatakan memenuhi persyaratan keamanan dan layak digunakan pada Proyek Rumah Sakit Sobirin Muara Beliti.</p> <p>Kata Kunci <strong>;</strong>&nbsp;Daya dukung tanah, pondasi tiang pancang, <em>square pile</em>, metode Meyerhof, SPT, CPT.</p> 2026-06-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Alvikri; Nanda Prayoga; Radha Krisnamurti Sigamura; Okma Yendri http://ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/article/view/499 Analisis risiko kecelakaan kerja menggunakan Metode job safety analysis ( jsa ) pada proyek Peningkatan jalan raja biku kecamatan Lubuklinggau barat i kota lubuklinggau 2026-08-10T08:30:08+00:00 M. Ikhwan safilah ikhwansafillah@gmail.com Eta Meiliana Meliana01@gmail.com Santi Sani santillg14@gmail.com <p>Proyek peningkatan jalan merupakan salah satu pekerjaan konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, material konstruksi, serta berbagai aktivitas kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya. Risiko tersebut dapat menyebabkan cedera ringan, cedera berat, hingga kecelakaan kerja yang fatal apabila tidak dilakukan pengendalian secara tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada Proyek Peningkatan Jalan Raja Biku Kota Lubuklinggau untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja menggunakan metode <em>Job Safety Analysis</em> (JSA), serta menentukan upaya pengendalian risiko pada proyek tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan parameter <em>Likelihood</em> (L) dan <em>Severity </em>(S) yang mengacu pada standar AS/NZS 4360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan identifikasi menggunakan metode <em>Job Safety Analysis</em> (JSA) diperoleh 15 potensi bahaya yang tersebar pada beberapa tahapan pekerjaan, yaitu pekerjaan umum, drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan beton, perkerasan aspal, dan pekerjaan struktur. Potensi bahaya yang teridentifikasi meliputi paparan debu, terpeleset, longsoran tanah, tertabrak alat berat, material berjatuhan, kontak dengan semen basah, tertabrak mobil mixer, percikan aspal panas, bekerja di ketinggian, hingga beban material yang jatuh. Berdasarkan hasil penilaian risiko menggunakan nilai <em>Likelihood</em> (L) dan <em>Severity</em> (S) diperoleh 2 kategori <em>High Risk</em> dan 2 kategori <em>Moderate Risk</em>, sedangkan tidak ditemukan potensi bahaya yang termasuk kategori <em>Extreme Risk</em> maupun <em>Low Risk</em>. Dalam hal ini direkomendasikan upaya pengendalian risiko yaitu&nbsp; pemasangan rambu keselamatan, pengamanan area kerja, pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan secara berkala, penerapan Standard Operating Procedure (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pengawasan terhadap setiap aktivitas pekerjaan sesuai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penerapan pengendalian tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja sehingga pelaksanaan proyek dapat berlangsung dengan aman dan sesuai standar K3.</p> <p>Kata kunci; <em>Job Safety Analysis</em> (JSA), kecelakaan kerja, potensi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 M. Ikhwan safilah; Eta Meiliana, Santi Sani