Jurnal Agro Silampari
https://ejurnal.unmura.org/index.php/jurnalagrosilampari
<p><strong>Jurnal Agrosilampari</strong> adalah jurnal penelitian Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas, yang merupakan jurnal berskala nasional yang memuat artikel penelitian dibidang ilmu tanah, gulma, hama penyakit, budi daya tanaman, teknologi pertanian, teknologi benih dan pasca panen. Jurnal Agrosilampari terbit pada bulan Maret dan Oktober</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>LPPM UNIVERSITAS MUSI RAWASen-USJurnal Agro Silampari2088-866XJUMLAH POPULASI SETEK DAN DOSIS PUPUK KASGOT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.)
https://ejurnal.unmura.org/index.php/jurnalagrosilampari/article/view/352
<p>Rendahnya produksi ubi jalar ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain penurunan produksi di tingkat petani karena fluktuasi musim, hama penyakit, teknis budidaya terutama penambahan unsur hara dan terbatasnya lahan pertanian. Peningkatan produktifitas lahan yang terbatas dapat dilakukan dengan peningkatan jumlah populasi persatuan luas dan dengan penerapan teknologi sistem vertikultur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penggunaan jumlah setek dan dosis pupuk kascing pada tanaman ubi jalar dengan system vertikultur. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan lubuk Linggau Selatan yang terletak di kelurahan Rahma Kota Lubuk Linggau Propinsi Sumatera Selatan dengan ketinggian tempat 112,4 mdpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan perlakuan jumlah setek terdiri dari 3,5, 7 setek/karung dan dosis pupuk kasgot terdiri dari, 10 ton.ha setara 100 gra,/karung, 20 ton/ha setara 20 gram/karung, 30 ton/ha setara 300 gram/karung. Parameter yang amati meliputi Panjang sulur, jumlah cabang primer, jumlah umbi perkarung, diameter dan berat umbi perkarung. Data dianalisis dengan Analisis of Varians (Anova), pengaruh perlakuan dianalisis Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), untuk mengathui tingkat ketelitian dilakukan uji Koefisien Keragaman. Hasil penelitian menunjukan penggunaan 3 setek dan pemberian pupuk kasgot dengan dosis 10 ton/ha pupuk kasgot lebih efisien dalam pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar dengan sistem vertikultur.</p>Nely MurniatiRosianaSutejo
Copyright (c) 2025
2025-03-312025-03-311411610.58328/jas.v14i1.352RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI 3 VARIETAS TANAMAN KACANG TUNGGAK (Vigna Unguiculata L.) PADA APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR
https://ejurnal.unmura.org/index.php/jurnalagrosilampari/article/view/336
<p>Penelitian ini bertujuan respon pertumbuhan dan hasil varietas tanaman kacang tunggak (<em>Vigna unguiculata </em>L.) pada aplikasi pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan Desa Talang Baru Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang dengan ketinggiian tempat 431 m dpl dan penelitian akan di mulai pada bulan Oktober sampai Desember 2024. menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan sebagai berikut : Faktor 1 Varietas Kacang Tunggak (V) yang terdiri dari 3 varietas yaitu: V1 = Varietas Uno IPB, V2 = Varietas Tampi IPB dan V3 = Varietas Arghavan IPB. Faktor 2 Dosis Pupuk Organik Cair (B) terdiri dari 3 level, yaitu: B1 = 0 ml/liter air, B2 = 2 ml/liter air dan B3 = 4 ml/liter air. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan, yaitu : 1. Kacang tunggak varietas Tampi IPB (V2) menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya. 2. Perlakuan pupuk organik cair 4 ml/ liter air (B3) menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik. 3. Kombinasi perlakuan kacang tunggak varietas Tampi IPB dan pupuk organik cair (V2B3) menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik.. Penulis menyarankan untuk budidaya kacang tunggak di lahan untuk menggunakan kacang tunggak varietas Tampi IPB dan pupuk organik cair 4 ml /liter air</p>MeliantiHolidiNely Murniati
Copyright (c) 2025
2025-03-312025-03-31141716APLIKASI JENIS PUPUK KOTORAN HEWAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa chinensis L.) DI DALAM POLYBAG
https://ejurnal.unmura.org/index.php/jurnalagrosilampari/article/view/347
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis pupuk kotoran hewan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy <em>(Brassica rapa chinensis </em>L<em>)</em> di dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, penelitian akan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2024. menggunakan Rangcangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial. Perlakuan yang digunakan adalah jenis kotoran hewan sebanyak 5 jenis. Adapun taraf perlakuan yang di cobakan adalah sebagai berikut: K0 = Tanpa Kotoran Hewan (Kontrol), K1 = Pupuk Kotoran Kambing, K2 = Pupuk Kotoran Ayam , K3 = Pupuk Kotoran Sapi, K4 = Pupuk Kotoran Kelinci dan K5 = Pupuk Kotoran Guano. Hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa Aplikasi jenis kotoran hewan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah daun dan berat pertanaman serta berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan berat akar. Pertumbuhan dan hasil tanaman yang terbaik terdapat pada perlakuan jenis kotoran hewan (K5) jenis kotoran hewan Guano (kelelawar) memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap tanaman pakcoy</p>SusantoNely Murniati Hermanto
Copyright (c) 2025
2025-03-312025-03-311411725PENGARUH KONSENTRASI NUTRISI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS SELADA (LACTUCA SATIVA L). PADA BUDIDAYA HIDROPONIK SISTEM WICK
https://ejurnal.unmura.org/index.php/jurnalagrosilampari/article/view/334
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (<em>Lactuca Sativa L</em>). Pada Budidaya Hidroponik Sistem Wick. <em> </em>Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober 2024 sampai Desember 2024 di Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, dengan ketinggian tempat 130 mdpl. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan, dimana masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu sebagai berikut 1. Faktor Konsentrasi Nutrisi AB Mix terdiri dari 3 taraf : N1= Nutrisi AB Mix 2 ml/liter air, N2= Nutrisi AB Mix 5 ml/liter air, N3= Nutrisi AB Mix 8 ml/liter air. 2. Faktor Varietas Selada terdiri 3 varietas yaitu : V1=Fion Green, V2= New Grand Rapids, V3= Matt Green. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun kandungan klorofil, berat tanaman yang dapat dikonsumsi, total produksi pertanaman, dan indeks panen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Varietas (V) Fion Green (V1) menghasilkan berat tanaman yang dapat dikonsumsi dan total produksi pertanaman terbaik, sedangkan perlakuan Nutrisi AB Mix (N) degan takaran 2 ml/ liter air menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang terbaik. Dan Interaksi (I) perlakuan Varietas Fion Green dan perlakuan Nutrisi AB Mix 2 ml/ liter air (V1N1) menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang terbaik</p> <p><strong> </strong></p>Natasya Al TahbiaJohn BimasriNelly Murniati
Copyright (c) 2025
2024-03-312024-03-311412638IDENTIFIKASI JENIS VARIETAS TANAMAN ALPUKAT (Persea americana mill) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KECAMATAN LUBUKLINGGAU SELATAN II KOTA LUBUKLINGGAU
https://ejurnal.unmura.org/index.php/jurnalagrosilampari/article/view/333
<p>Alpukat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tersedia sepanjang waktu produksi buah alpukat di Indonesia tahun 2020 sebesar 382,537 ton dengan luas panen 24,352 ha. Tingkat pertumbuhan produksi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 24,48%, dengan rata-rata konsumsi buah alpukat sebesar 0,574 kg/kapita/tahun. Guna memenuhi kebutuhan alpukat tersebut maka dilakukan import sebesar 7.401 kg tahun 2020 dan 8.251 kg tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah 1. Penyebaran populasi tanaman alpukat di setiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Selatan II. 2.karakteristik anatomi dan karakteristik buah tanaman alpukat di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II 3.Varietas tanaman alpukat apa saja yang terdapat di kota Lubuklinggau Selatan II. Penelitian menggunakan metode survei dengan pemilihan lokasi secara sengaja (Purposive) karena di Lubuklinggau Selatan II merupakan Kecamatan yang memiliki luas tanaman alpukat terbanyak di Kota Lubuklinggau. Berdasarkan karakteristik buah varietas yang menunjukan buah yang lebih baik dibandingkan varietas lainya meliputi panjang buah, berat buah, dan ketebalan daging buah adalah varietas ijo panjang hal ini dikarenakan jenis varietas ini memiliki keunggul dari segi buahnya dibandingkan varietas ijo bundar dan merah bundar seperti pada deskripsi. Namun apabila dibandingkan dengan deskripsi varietas tanaman alpukat pada lampiran 2 dan 3 varietas ijo panjang ini belum cukup maksimal karena pada pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada panen akhir. 1)kelurahan Taba Pingin merupakan Kelurahan yang memiliki jumlah populasi tanaman alpukat terbanyak di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. 2.)Terdapat perbedaan Karakteristik anatomi dan karakteristik buah di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. 3.)Terdapat 3 jenis varietas tanaman alpukat di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II yaitu varietas ijo panjang, ijo bundar dan merah bundar.</p> <p> </p>adil okta permanaEtty SafriyaniNely Murniati
Copyright (c) 2025
2024-03-312024-03-311413946