Analisis risiko kecelakaan kerja menggunakan Metode job safety analysis ( jsa ) pada proyek Peningkatan jalan raja biku kecamatan Lubuklinggau barat i kota lubuklinggau
Keywords:
job safety analysis, kecelakaan kerja, potensi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risikoAbstract
Proyek peningkatan jalan merupakan salah satu pekerjaan konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, material konstruksi, serta berbagai aktivitas kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya. Risiko tersebut dapat menyebabkan cedera ringan, cedera berat, hingga kecelakaan kerja yang fatal apabila tidak dilakukan pengendalian secara tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada Proyek Peningkatan Jalan Raja Biku Kota Lubuklinggau untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA), serta menentukan upaya pengendalian risiko pada proyek tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan parameter Likelihood (L) dan Severity (S) yang mengacu pada standar AS/NZS 4360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan identifikasi menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) diperoleh 15 potensi bahaya yang tersebar pada beberapa tahapan pekerjaan, yaitu pekerjaan umum, drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan beton, perkerasan aspal, dan pekerjaan struktur. Potensi bahaya yang teridentifikasi meliputi paparan debu, terpeleset, longsoran tanah, tertabrak alat berat, material berjatuhan, kontak dengan semen basah, tertabrak mobil mixer, percikan aspal panas, bekerja di ketinggian, hingga beban material yang jatuh. Berdasarkan hasil penilaian risiko menggunakan nilai Likelihood (L) dan Severity (S) diperoleh 2 kategori High Risk dan 2 kategori Moderate Risk, sedangkan tidak ditemukan potensi bahaya yang termasuk kategori Extreme Risk maupun Low Risk. Dalam hal ini direkomendasikan upaya pengendalian risiko yaitu pemasangan rambu keselamatan, pengamanan area kerja, pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan secara berkala, penerapan Standard Operating Procedure (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pengawasan terhadap setiap aktivitas pekerjaan sesuai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penerapan pengendalian tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja sehingga pelaksanaan proyek dapat berlangsung dengan aman dan sesuai standar K3.
Kata kunci; Job Safety Analysis (JSA), kecelakaan kerja, potensi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Ikhwan safilah; Eta Meiliana, Santi Sani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








